puisi-kecewa-sedih-berlinang-air-mata

Waktu seribu berbicara jenuh

Lantaran lelah seperti sayu

Mata terpejam dirundung pilu

Bukan sakit ataupun malu

Hati ini banyak bicara

Tapi bibir tak bisa berungkap ria

Kala sedih merundung bulan

Tiada berguna bintang malam

Harapan bagai kayu patah yang terbelah dua

Retak disisi lain sulit di satukan

Butuh perekat agar kembali

Namun sayang perekat tak ada

Kecewa lalu beralih pedih

Demikian menunggu menjadi pahit

Hanya rasa dalam diri yg mengerti

Kala orang hanya bisa berbisik lirih

Jaga diri disaat jauh jejak ku

Bukan soal siapa dan apa

Biar waktu kan berbahasa

Kalau kata Kata Tunggu kecewa

Reysha/ 17 Oktober 2016 jam 23:47

Advertisements